my “Gift from Heaven”

Ketika kuhadapi kehidupan ini, jalan mana yang harus kupilih

Kutahu ku tak mampu, kutahu ku tak sanggup

Hanya KAU TUHAN tempat jawabanku

Aku pun tahu ku tak pernah sendiri, s’bab ENGKAU ALLAH yang menggendongku

TanganMu membelaiku, cintaMu memuaskanku

Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi

JanjiMu s’perti Fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar

CintaMu s’perti sungai yang mengalir, dan ku tahu betapa besar kasihMu

(Jeffry S.)

Meski hanya sesaat, “aku tetap bersyukur”

Musik Untuk Kakekku

Aku ingat sekali waktu itu, penglihatan kakek mulai kabur, kupikir memang fungsi alat indera kakek sudah mulai menurun.
Setelah kubawa ke dokter mata, ternyata penyakit mata kakek bukan penyakit sembarangan. Kerusakan pada jaringan saraf mata. Dalam waktu singkat kakek mengalami kebutaan total.
Hal baik yang dapat kulakukan adalah lebih sering mengajak kakekku ngobrol, curhat, menemaninya sehingga dia tidak merasa sendiri dalam kegelapan dan berusaha selalu membesarkan hatinya.
Kakek menerima kondisinya, bahwa pendengarannya yang sekarang paling dapat diandalkan.
Satu hari aku mengambil gitar, kupetik dan kunyanyikan sebuat lagu untuknya, lagu yang berjudul “NDEREK GUSTI”.
Malam ini aku termenung, mencoba menghafalkan suara langkah kaki Tuhan dalam hidupku, sebagaimana yang dilakukan kakekku “NDEREK GUSTI”… Kemana Kau menuntun langkahku, aku akan mengikutMu Tuhan, Kaulah gembalaku dan aku dombaMu…

DIA

adalah keindahan yang selalu mewarnai hari
adalah hembusan angin yang menyejukkan
adalah penghiburan yang menguatkan
adalah ucapan syukur untuk perjalanan di dunia
Thanks GOD because of Him